Kalau naik pesawat, saya pernah ketika masih bekerja di Batam. Tapi pergi ke luar negeri, khususnya Singapura belum pernah dilakukan walaupun sempat tinggal dan bekerja di Batam selama 3 tahun. Tiket penyebarangan masih murah waktu itu, kalau tidak salah sekitar 125rban pakai speed boat. Saya tidak mau pergi kesana karena konon katanya kalau paspor kita bukan paspor yang dikeluarkan di Batam maka akan ada biaya fiskal sebesar 250rb atau 300rb (saya lupa pastinya). Jadi selama 3 tahun di Batam saya tidak pernah mencoba menyebrang ke Singapura atau Malaysia. Kembali ke sekarang, perjalanan ke Singapura ini sebenarnya atas rekomendasi keluarga agar saya bisa mencoba mendapatkan second opinion atas penyakit ginjal saya. Walau awalnya berencana ke Penang, atas saran atasan kerabat saya tersebut maka pengobatanya dialihkan ke Singapura. Kerabat saya menggunakan jasa agen kesehatan dan merekomendasikan berobat ke salah satu klinik urology di Mount Elizabeth Hospital. Akhirnya dibuatkan lah ja...
Catatan pribadi mengenai segala hal yang pernah terjadi untuk dikenang dan dijadikan pelajaran untuk masa yang akan datang